Free Web Hosting Provider - Web Hosting - E-commerce - High Speed Internet - Free Web Page
Search the Web

Tabel 5

SUSUNAN PROGRAM PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

KEAHLIAN _____________________________

PROGRAM

PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

JAM PEMBELAJARAN

Tk. I

Tk. II

Tk. III

PROGRAM NORMATIF

  1. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
  2. Pendidikan Agama
  3. Bahasa dan Sastra Indonesia
  4. Pendidikan Jasmani dan Kesehatan
  5. Sejarah Nasional dan Sejarah Umum

80

80

80

80

80

80

80

80

80

80

32

32

32

32

32

PROGRAM ADAPTIF

  1. Matematika
  2. Bahasa Inggris
  3. Komputer
  4. Kewirausahaan

 

 

 

 

 

40

 

 

 

 

 

40

 

 

 

 

 

32

PROGRAM PRODUKTIF

1.

2.

-

  1. Paket Keahlian:

JUMLAH JAM PEMBELAJARAN

2000

2000

1800

Keterangan:

  1. Waktu pembelajaran efektif per tahun untuk tingkat I dan II minimum 40 minggu dan untuk tingkat III minimum 36 minggu; jam pembelajaran per minggu maksimum 50 jam @ 45 menit.
  2. Jam pembelajaran adalah alokasi waktu untuk pelaksanaan PBM termasuk evaluasi sumatif. Evaluasi sumatif yang dimaksud adalah tes untuk satu atau beberapa pokok bahasan dalam program normatif dan adaptif, dan tes untuk setiap pencapaian suatu kompetensi tertentu dalam program produktif.
  3. Pelaporan administratif dan akademik kemajuan program pendidikan dan pelatihan dilakukan setiap semester atau minimal 2 kali setiap tahun pembelajaran.
  4. Alokasi waktu pembelajaran praktik dalam program produktif minimum 70% (teori maksimum 30%).
  5. Pengaturan waktu pembelajaran dalam bentuk jadwal mingguan dalam 1 tahun dilakukan oleh masing-masing sekolah dengan memperhatikan :

  1. Keutuhan dan ketuntasan penguasaan kompetensi;
  2. Kesinambungan proses pembelajaran;
  3. Efisiensi penggunaan sumber daya pendidikan.

  1. Paket Keahlian produktif dilaksanakan di industri atau sebagian di sekolah.
  2. Waktu praktik kerja industri diatur sebagai berikut:

  1. Minimum 6 bulan kerja, mengikuti minggu dan jam kerja industri;
  2. Boleh lebih 6 bulan kerja jika kegiatan bekerja di industri memberi nilai tambah yang lebih tinggi bagi industri maupun bagi siswa yang bersangkutan;
  3. Kegiatan di industri dapat dimulai dari tingkat I dengan catatan industri yang bersangkutan mampu memberi keterampilan dasar dan sebaiknya tidak langsung bekerja di lini produksi.