Free Web Hosting Provider - Web Hosting - E-commerce - High Speed Internet - Free Web Page
Search the Web

  1. Peningkatan Kemampuan PENGUASAAN Bahasa Asing

    1. Bahasa Inggris
    2. Menyadari pentingnya peranan bahasa Inggris sebagai bahasa internasional, maka pada kurikulum hasil penyempurnaan diupayakan peningkatan program pembelajaran bahasa Inggris, antara lain dengan meningkatkan jumlah belajar (lihat tabel 3 dan tabel 4), menekankan pada pendekatan kompetensi berkomunikasi (Communicative Competence Approach --CCA).

    3. TOEIC
    4. Upaya tambahan untuk lebih meningkatkan kemampuan penguasaan bahasa Inggris oleh siswa SMK, antara lain akan dicobakan penggunaan sistem TOEIC pada sejumlah SMK. Melalui sistem pembelajaran yang terlah terstandar dengan baik, diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa secara lebih signifikan. Karena bagaimanapun kurikulum bahasa Inggris terus disempurnakan, jika tidak terjadi perbaikan dalam pelaksanaan di lapangan, maka penyempurnaan itu tidak akan banyak artinya.

    5. Bahasa Asing Pilihan

1) Pada Kurikulum SMK (1994) bahasa asing pilihan yang terdiri atas:

menjadi bagian tidak terpisahkan dari kurikulum Program Studi Usaha Perjalanan Wisata (UPW).

    1. Pada Kurikulum SMK Edisi 1999 semula dirancang sama dengan sebelumnya, yaitu hanya berlaku untuk Program Keahlian Usaha Jasa Pariwisata (UPJ).
    2. Pada pertemuan dengan para pengembang materi kurikulum bahasa asing pilihan tanggal 5 November 1999, yang melibatkan perwakilan dari pusat-pusat kebudayaan Kedutaan Besar bahasa yang bersangkutan, Fakultas Sastra UI, Fakultas Sastra Universitas Dharma Persada, Fakultas Sastra UPI (IKIP) Bandung, SMK 57 (SMIP Negeri) Jakarta, SMK Paramitha, SMIP Lorensia, SMIP St. Theresia, Gothe Institute, dan PPPG Bahasa, Direktur Dikmenjur mengingatkan bahwa sudah saatnya dipikirkan bahasa asing pilihan –ditambah bahasa Arab-- menjadi program yang berlaku di seluruh program keahlian yang ada pada SMK, bukan hanya untuk Program Keahlian UJP.
    3. Berdasarkan pertimbangan itu, maka penyiapan materi bahasa asing pilihan diarahkan kepada dua tuntutan; (1) mengoptimalkan kondisi alokasi waktu yang tersedia pada kurikulum dan (2) merancang paket-paket pembelajaran yang dapat diimplementasikan secara fleksibel (seperti kursus), sehingga pada tahap awal bisa ditawarkan ke sekolah-sekolah yang berminat.