1. PROSES DAN HASIL PENGEMBANGAN

2.1 Prose Pengembangan

Berdasarkan penjelasan di atas dapat difahami ternyata tidak sebagaimana diduga sementara orang bahwa lahirnya Kurikulum SMK Edisi 99 sangat mendadak. Karena langkah pengembangannya telah menempuh proses panjang dan berliku.

Keharusan melakukan sinkronisasi kurikulum bagi setiap SMK yang melaksanakan PSG, praktis menjadikan Kurikulum SMK (1994) hanya dapat digunakan setelah melalui berbagai penyesuaian/penyempurnaan. Hal ini sangat dimungkinkan karena Buku II (GBPP) kurikulum tersebut masih bersifat umum, hanya sampai pada ruang lingkup materi yang harus diajarkan. Adapun rincian pembelajarannya disajikan dalam Buku IIA (GBPP rinci) yang statusnya sebagai model, dimana setiap sekolah dianjurkan mengembangkan GBPP rinci tersendiri sesuai dengan tuntutan kontekstual di lapangan. Hasil-hasil inilah yang kemudian dikaji dan diramu dengan masukan-masukan lainnya sebagaimana dikemukakan di atas, seterusnya diformulasikan menjadi Kurikulum SMK Edisi 1999. Proses tersebut dapat digambarkan seperti pada diagram 1.

2.2 Pendekatan Pengembangan

Penyempurnaan Kurikulum SMK menggunakan dua pendekatan utama, yaitu Pendekatan Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi (Competency Based Curriculum) dan Pendekatan Pengembangan Kuriku-lum Berbasis Luas (Broad Based Curriculum).

Secara konseptual kedua pendekatan tersebut memiliki perbedaan yang mendasar; pendekatan berbasis kompetensi (Competency Based) lebih menitikberatkan pertimbangan bahwa kurikulum harus berisi bahan pembe-lajaran yang membekali tamatan agar dapat melaksanakan tugas-tugas pekerjaan yang ada di lapangan kerja, karenanya harus berisi kompetensi-kompetensi (terutama keterampilan) yang benar-benar ada dan dibutuhkan di lapangan kerja. Sebaliknya pendekatan berbasis luas (Broad Based) lebih mengutamakan pertimbangan pada pemberian bekal agar tamatan dapat berkembang secara berkelanjutan, jadi kurikulum harus berisi kemampuan-kemampuan (terutama intelektual dan emosional) yang memungkinkan tamatan dapat mengikuti berbagai perkembangan secara terus-menerus.

Penggunaan secara terpadu kedua pendekatan tersebut dalam pengem-bangan Kurikulum SMK diharapkan dapat saling melengkapi, sehingga kekurangan salah satu pendekatan dapat diatasi dengan kelebihan pendekatan yang lainnya.

Dengan pertimbangan itu maka penerapan kedua pendekatan tersebut dalam pengembangan Kurikulum SMK diberi makna dan rambu-rambu yang sangat spesifik, yaitu:

    1. Kompetensi tidak semata-mata diartikan sebagai kemampuan melaksa-nakan tugas (pekerjaan) secara teknis yang biasanya bersifat unjuk kerja yang dapat diamati (performance observable), tetapi juga me-nyangkut kemampuan-kemampuan mendasar (key competencies) yang lebih bersifat intelektual dan mental-emosional, yang sangat diperlukan untuk pengembangan sikap profesional di dalam bekerja dan pengem-bangan aspek-aspek kehidupan yang lebih luas, seperti peka dan responsif terhadap berbagai hal yang terjadi, rasional dan berpikir logis, membuat keputusan, bertanggung-jawab, mandiri dan sekaligus dapat bekerja-sama.
    2. Broad Based (dalam pengertian Broad Based Curriculum --BBC) tidak hanya diartikan sebagai berbasis luas yang menunjuk pada pemberian dasar-dasar kejuruan yang lebih lebar, agar tamatan dapat bergerak secara leluasa dari satu keahlian ke keahlian lainnya dalam satu bidang keahlian yang sama. Lebih dari itu Broad Based juga mengandung makna berbasis kuat dan mendasar yaitu pemberian dasar-dasar yang benar-benar mendasar tentang sesuatu yang harus dikuasai, baik menyangkut pemahaman terhadap kemengapaan (know why) maupun menyangkut penguasaan teknis bagaimananya (know how), agar kemampuan adaptabilitasnya tidak semata-mata bersifat kuantitatif tetapi juga harus secara kualitatif.

Kualitas tamatan seperti yang diharapkan itu secara sederhana digambarkan pada diagram 2.




2.3 Hasil Pengembangan

    1. Dokumen kurikulum yang disiapkan untuk edisi 1999 terdiri atas (1) dokumen GBPP Produktif (2) dokumen GBPP Adaptif (3) dokumen GBPP Normatif, dan (4) dokumen Pedoman Pelaksanaan. Adapun do-kumen Buku I (Landasan, Program dan Pengembangan) masih tetap menggunakan dokumen lama (lihat tabel 1)

Tabel 1

DOKUMEN KURIKULUM SMK

JENIS DOKUMEN

KURIKULUM SMK (1994)

KURIKULUM SMK Edisi 1999

KETERANG-AN

Buku I

Landasan, Program, dan Pengembangan

Tetap

Dalam Kajian Penyesuaian

Buku II

  • Buku II (GBPP Ringkas)
  • Buku II A (GBPP Rinci sebagai Model)

Garis-garis Besar Program Pendidikan dan Pelatihan

Buku III

Pedoman Pelaksanaan

Pedoman Pelaksanaan

 

    1. Dokumen GBPP Produktif disiapkan 88 Program Keahlian, 66 sedang dalam proses pencetakan, 15 dalam proses reformating, dan 7 lainnya dalam tahap finalisasi (lihat tabel 2)
    2. Dokumen GBPP Adaptif selesai disiapkan dua dokumen, saat ini ber-ada dalam proses pencetakan. Yaitu untuk rekayasa dan nonrekayasa (lihat tabel 3/4). Sedangkan untuk program-program lainnya yang belum termasuk pada kedua kelompok tersebut masih harus menunggu hasil diskusi tim yang bersangkutan.
    3. Pada Program Adaptif ini masuk program yang berlaku umum, yaitu: Kewirausahaan dan Komputer.

    4. Dokumen GBPP Normatif pada dasarnya masih menggunakan doku-men Kurikulum 1994 yang berlaku di lapangan, tetapi dilengkapi dengan dokumen suplemen dan dokumen materi pokok. Kelengkapan suplemen dan materi pokok ini, karena timnya harus menuntaskan dahulu untuk kelengkapan dokumen kurikulum SMU, bahan untuk disesuaikan dengan Kurikulum SMK baru masuk pada akhir minggu kedua bulan Februari 2000 ini. Saat berada dalam tahap persiapan pencetakan.
    5. Hal penting yang perlu ditegaskan adalah bahwa (1) kurikulum hasil penyempurnaan ini memiliki jumlah belajar 5800 jam a 45 menit, yaitu 2000 jam masing-masing pada tingkat pertama dan tingkat dua, 1800 jam pada tingkat tiga. (2) terjadi perubahan satuan waktu dari caturwulan menjadi semester, terutama untuk kepentingan pelaporan akademik dan administratif (lihat tabel 5)