INFORMASI SINGKAT

PENGAMBANGAN dan Implementasi

KURIKULUM SMK EDISI 1999

 

1. LATAR BELAKANG

Kurikulum SMK (1994) diberlakukan mulai pada tahun pelajaran 1994/1995, hampir bersamaan dengan waktu digelarnya kebijakan keterkaitan dan kesepadanan oleh Mendikbud waktu itu, yang kemudian pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dioperasionalkan dalam bentuk Pendidikan Sistem Ganda (PSG).

Karena kurikulum tersebut dirancang dan dikembangkan dengan konsep dan pola pikir "konvensional" sebagai program pendidikan yang berbasis di sekolah (school based program), ternyata muncul berbagai kesenjangan (ketidakcocok-an) dan hambatan ketika harus diimplementasikan dengan pendekatan sistem ganda yang berbasis di sekolah dan di dunia kerja (dual based program).

Kesenjangan yang terjadi terutama karena terdapat perbedaan karakteristik antara kurikulum yang berlaku dengan karakteristik yang dituntut PSG, sehing-ga diperlukan upaya-upaya penyesuaian terlebih dahulu sebelum dilaksanakan. Kendala yang timbul, terutama sistem yang ada dengan segala kemapanannya tidak cukup kondusif untuk mendukung upaya tersebut. Dalam PSG sekolah tidak bisa bekerja sendiri menentukan dan melaksanakan segalanya, tetapi mutlak harus bekerjasama dengan dunia kerja (dunia usaha/industri).

Kondisi di atas mendorong terjadinya perubahan sistem penyelenggaraan pendi-dikan pada SMK dari paradigma supply driven ke paradigma demand driven. Setiap SMK diwajibkan memiliki Majelis Sekolah (MS) dan Institusi Pasangan (IP), menyusul dibentuknya Majelis Pendidikan Kejuruan (MPKN pada tingkat pusat dan MPKP pada tingkat wilayah) pada tanggal 19 Agustus 1994. Selanjutnya terjadi proses aktivitas pengembangan yang simultan. Pada tingkat sekolah setiap SMK bersama-sama dengan IP masing-masing, di bawah koordinasi MS, melakukan sinkronisasi kurikulum sesuai dengan tuntutan lapangan. Sementara pada tingkat pusat, Direktorat Dikmenjur memfasilitasi KBK-MPKN mulai mengembangkan standarisasi kompetensi dan keahlian kejuruan.

Mencermati proses dan hasil sinkronisasi kurikulum di lapangan ditambah dengan berbagai masukan dari dunia usaha/industri, baik melalui forum-forum yang dikembangkan oleh MPKN-MPKP maupun melalui forum-forum lainnya yang banyak melibatkan para ahli, serta hasil studi yang dilakukan ke beberapa negara lain dan hasil rumusan Satuan Tugas Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Kejuruan di Indonesia yang kemudian dibukukan dengan judul "Keterampilan Menjelang 2020 Untuk Era Global", Direktorat Dikmenjur berkesimpulan bahwa perlu dilakukan penyesuaian/penyempurnaan Kurikulum SMK secara lebih konseptual dan sistemik.