Free Web Hosting Provider - Web Hosting - E-commerce - High Speed Internet - Free Web Page
Search the Web

 

KURIKULUM

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

 

GARIS-GARIS BESAR

PROGRAM PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

 

P R O D U K T I F

 

BIDANG KEAHLIAN TEKNOLOGI TEKSTIL

PROGRAM KEAHLIAN TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG

 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

EDISI 1999

 

  1. POLA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

TEKNISI PEMINTALAN SERAT BUATAN

TEKNISI PEMBUATAN BENANG

TEKNISI

PEMBUATAN KAIN

TEKNISI PENYEMPURNAAN TEKSTIL

TEKNISI

PRODUKSI PAKAIAN JADI

 

PENGENDALIAN MUTU SERAT BUATAN

PEMINTALAN SERAT BUATAN

PENGENDALIAN MUTU BENANG

PEMBUATAN BENANG

PENGENDALIAN MUTU KAIN

PERAWATAN DAN PERBAIKAN MESIN-MESIN PEMBUAT KAIN

PEMBUATAN KAIN

PENGENDALIAN MUTU PENYEMPURNAAN TEKSTIL

PENYEMPURNAAN TEKSTIL

PENGENDALIAN MUTU KAIN DAN PAKAIAN JADI

PRODUKSI PAKAIAN JADI

TEKNOLOGI PEMINTALAN SERAT BUATAN

TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG

TEKNOLOGI PEMBUATAN KAIN

TEKNOLOGI PENYEMPURNAAN TEKSTIL

TEKNOLOGI PRODUKSI PAKAIAN JADI

TEKNOLOGI TEKSTIL

  1. TUJUAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

PROGRAM KEAHLIAN TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) program keahlian Teknologi Pembuatan Benang sebagai bagian dari pendidikan menengah bertujuan menyiapkan siswa/tamatan:

  1. Memasuki lapangan kerja serta dapat mengembangkan sikap profesional dalam lingkup keahlian Teknologi Tekstil, khususnya Teknologi Pembuatan Benang;
  2. Mampu memilih karir, mampu berkompetisi dan mampu mengembangkan diri dalam lingkup keahlian Teknologi Tekstil, khususnya Teknologi Pembuatan Benang;
  3. Menjadi tenaga kerja tingkat menengah untuk mengisi kebutuhan dunia usaha dan industri pada saat ini maupun masa yang akan datang dalam lingkup keahlian Teknologi Tekstil, khususnya Teknologi Pembuatan Benang;
  4. Menjadi warga negara yang produktif, adaptif dan kreatif.

 

C. JABATAN DAN LINGKUP PEKERJAAN

Jabatan tamatan program keahlian ini adalah Teknisi Pembuatan Benang dengan lingkup pekerjaan :

  1. Pengendalian Mutu Benang
  2. Pembuatan Benang

 

D. KOMPETENSI TAMATAN

Tamatan program keahlian Teknologi Pembuatan Benang dapat menampilkan diri sebagai manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, sehat jasmani dan rohani, berkepribadian yang mantap dan mandiri serta mempunyai tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.

Kompetensi produktif yang dimiliki tamatan program keahlian Teknologi Pembuatan benang adalah seperti tercantum pada profil kompetensi tamatan berikut:

PROFIL KOMPETENSI TAMATAN

PROGRAM KEAHLIAN TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG

Kompetensi

 

Sub Kompetensi

 

 

 

 

A.

Menguasai dasar-dasar teknologi tekstil

 

A1.

Menguasai dasar-dasar pengolahan serat-serat tekstil

 

A2.

Menguasai dasar

dasar pembuatan benang

 

A3.

Menguasai dasar-dasar pembuatan kain

 

 

 

 

 

 

 

 

 

A4.

Menguasai dasar-dasar penyempurnaan tekstil

 

A5.

Menguasai dasar-dasar pembuatan pakaian jadi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

B.

Menguasai bahan tekstil

 

B1.

Mengidentifikasi macam-macam bahan tekstil

 

B2.

Mengidentifikasi polimer serat tekstil

 

B3.

Mengidentifikasi serat tekstil

 

 

 

 

 

 

 

 

 

B4.

Menguji sifat-sifat serat tekstil

 

B5.

Mengidentifikasi macam-macam jenis kain

 

B6.

Mengidentifikasi macam-macam benang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

B7.

Mengidentifikasi dan mengklasifikasi macam-macam kain

 

B8.

Memahami kegunaan bahan tekstil

 

 

 

 

 

 

 

 

 

C.

Membuat gambar teknik

 

C1.

Menggunakan jenis peralatan dan standarisasi gambar teknik

 

C2.

Menguasai dasar-dasar proyeksi

 

C3.

Menggambar bagian peralatan pada mesin-mesin tekstil

 

 

 

 

 

 

 

 

 

C4.

Menginterpretasikan gambar teknik

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

D.

Menguasai dasar-dasar perawatan dan perbaikan

 

D1.

Memahami dan menerapkan konsep kesehatan dan keselamatan kerja

 

D2.

Menggunakan peralatan bengkel

 

D3.

Memahami dan melaksanakan kerja bangku

 

 

 

 

 

 

 

 

 

D4.

Memperbaiki dan membuat komponen mesin tekstil

 

D5.

Menerapkan konsep dasar kelistrikan

 

D6.

Membaca gambar rangkaian listrik

 

 

 

 

 

 

 

 

 

D7.

Menerapkan prinsip-prinsip dasar mekanik

 

D8.

Melaksanakan perawatan sederhana

 

 

 

 

 

 

 

 

 

E.

Mengendalikan mutu produksi pembuatan benang

 

E1.

Menguasai konsep pengendalian mutu terpadu

 

E2.

Menentukan metoda pengendalian

 

E3.

Menguji bahan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

E4.

Menyajikan dan mengolah data

 

E5.

Mengevaluasi hasil pengujian

 

 

 

 

 

 

 

 

 

F.

Menguasai tahapan pembuatan bakal benang

 

F1.

Mengidentifikasi peralatan penyuap, pembuka, pembersih, peregang, pengantih, penggulung dan penampung

 

F2.

Menjelaskan mekanisme kerja peralatan penyuap, pembuka, pembersih, peregang, pengantih, penggulung dan penampung

 

F3.

Melaksanakan proses pemintalan benang garu, benang sisir, benang open end, benang air jet spin dan benang gintir

G.

Menangani proses pembuatan benang

 

G1.

Menyiapkan bahan baku dan bahan pembantu

 

G2.

Menyiapkan mesin-mesin pembuatan benang

 

G3.

Melaksanakan proses pembuatan benang

 

 

 

 

 

 

 

H.

Mengelola produksi pembuatan benang

 

H1.

Melaksanakan prinsip-prinsip perencanaan dan pengendalian produksi pembuatan benang

 

H2.

Melaksanakan prinsip-prinsip organisasi pada kegiatan produksi pembuatan benang

 

H3.

Menghitung harga pokok per satuan hasil produksi pembuatan benang

 

 

 

 

 

 

 

I.

Mengendalikan mutu produksi pembuatan benang

 

I1.

Menguasai konsep pengendalian mutu terpadu

 

I2.

Menentukan metoda pengendalian

 

I3.

Menguji bahan benang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

I4.

Menyajikan dan mengolah data

 

I5.

Mengevaluasi hasil pengujian

 

 

 

 

 

 

 

 

 

J.

Pembuatan benang

 

J1.

Menghitung produksi mesin-mesin pembuatan benang

 

J2.

Menghitung efisiensi mesin pembuatan benang

 

J3.

Merawat dan memperbaiki kerusakan mesin pembuatan benang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

J4.

Membuat perencanaan pintal benang garu, sisir, open end, air jet spin, dan benang gintir

 

J5.

Menangani masalah produksi pemintalan benang garu, sisir, open end dan air jet spinning

 

 

K.

Merawat dan memperbaiki mesin-mesin

 

K1.

Melaksanakan perawatan/perbaikan mesin-mesin pembuatan benang

 

K2.

Menangani masalah yang timbul dalam proses pembuatan benang

 

K3.

Mengevaluasi hasil proses pembuatan benang

 

 

 

 

 

 

 

 

E. SUSUNAN PROGRAM PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

KEAHLIAN TEKNOLOGI PEMBUATAN BENANG

PROGRAM

PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

JAM PEMBELAJARAN

Tk. I

Tk. II

Tk. III

PROGRAM NORMATIF

  1. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
  2. Pendidikan Agama
  3. Bahasa dan Sastra Indonesia
  4. Pendidikan Jasmani dan Kesehatan
  5. Sejarah Nasional dan Sejarah Umum

80

80

80

80

80

80

80

80

80

80

32

32

32

32

32

PROGRAM ADAPTIF

  1. Matematika
  2. Bahasa Inggris
  3. Fisika
  4. Kimia
  5. Komputer
  6. Kewirausahaan

240

120

120

80

80

40

240

120

120

80

-

40

96

48

48

32

-

32

PROGRAM PRODUKTIF

  1. Teknologi Tekstil
  2. Bahan Tekstil
  3. Gambar Teknik
  4. Dasar-dasar Perawatan dan Perbaikan
  5. Pengujian Bakal Benang
  6. Pembuatan Bakal Benang
  7. Pengelolaan Produksi Pembuatan Benang
  8. Paket Keahlian :

  • Pengendalian Mutu Benang
  • Pembuatan Benang

340

260

120

200

-

-

-

-

-

-

-

-

-

180

820

-

-

-

-

-

-

-

-

-

104

160

1120

JUMLAH JAM PEMBELAJARAN

2000

2000

1800

Keterangan :

  1. Waktu pembelajaran efektif per tahun untuk tingkat I dan II minimum 40 minggu dan untuk tingkat III minimum 36 minggu; jam pembelajaran per minggu maksimum 50 jam @ 45 menit.
  2. Jam pembelajaran adalah alokasi waktu untuk pelaksanaan PBM termasuk evaluasi sumatif. Evaluasi sumatif yang dimaksud adalah tes untuk satu atau beberapa pokok bahasan dalam program normatif dan adaptif, dan tes untuk setiap pencapaian suatu kompetensi tertentu dalam program produktif.
  3. Pelaporan administratif dan akademik kemajuan program pendidikan dan pelatihan dilakukan setiap semester atau minimal 2 kali setiap tahun pembelajaran.
  4. Alokasi waktu pembelajaran praktek dalam program produktif minimum 70% (teori maksimum 30%).
  5. Pengaturan waktu pembelajaran dalam bentuk jadwal mingguan dalam 1 tahun dilakukan oleh masing-masing sekolah dengan memperhatikan :

  1. Keutuhan dan ketuntasan penguasaan kompetensi;
  2. Kesinambungan proses pembelajaran;
  3. Efisiensi penggunaan sumber daya pendidikan.

  1. Paket Keahlian produktif dilaksanakan di industri atau sebagian di sekolah.
  2. Waktu praktik kerja industri diatur sebagai berikut :

  1. Minimum 6 bulan kerja, mengikuti minggu dan jam kerja industri;
  2. Boleh lebih 6 bulan kerja jika kegiatan bekerja di industri memberi nilai tambah yang lebih tinggi bagi industri maupun bagi siswa yang bersangkutan;
  3. Kegiatan di industri dapat dimulai dari tingkat I dengan catatan industri yang bersangkutan mampu memberi keterampilan dasar dan sebaiknya tidak langsung bekerja di lini produksi.
  1. DESKRIPSI PROGRAM PEMBELAJARAN PRODUKTIF

1. TEKNOLOGI TEKSTIL

Tingkat I: 340 Jam Pelajaran

NO

KOMPETENSI/

SUB KOMPETENSI

PEMBELAJARAN

PENGETAHUAN

KETERAMPILAN

A.

Menguasai dasar-dasar teknologi tekstil

 

 

A1.

Menguasai dasar-dasar pengolahan serat-serat tekstil

  • Menjelaskan ruang lingkup tekstil
  • Menjelaskan bahan baku dan bahan pembantu proses pemintalan
  • Mengidentifikasi serat bahan setengah jadi, dan barang tekstil
  • Mengidenttifikasi bahan baku dan bahan pembantu penunjang proses pemintalan
  • A2.

    Menguasai dasar-dasar pembuatan benang

    • Menjelaskan proses pembuatan benang stapel dan benang filamen
    • Menjelaskan susunan mesin pembuat benang
    • Menjelaskan sistem penomoran benang
    • Menjelaskan konversi nomor benang
  • Mengenali bagian-bagian dan fungsi mesin pembuat benang stapel dan benang filamen
  • Menggambar diagram blok urutan proses pembuatan benang jet spin
  • Menghitung nomor benang sistem tidak langsung dan benang gintir
  • Menghitung konversi nomor benang dari sistem langsung ke sistem tidak langsung dan atau sebaliknya
  • A3.

    Menguasai dasar-dasar pembuatan kain

    • Menjelaskan proses pembuatan kain
    • Menjelaskan persiapan pertenunan
    • Menjelaskan proses pengkanjian benang
    • Menjelaskan proses pengelosan
    • Menjelaskan proses penghanian

     

    • Menjelaskan proses pencucukan
    • Menjelaskan penyambungan benang
  • Menggambar "flow chart" proses produksi pemintalan kimia, rangkaian roda gigi mesin
  • Mengenali bagian-bagian pokok dan fungsi mesin kelos
  • Mengenali bagian-bagian pokok dan fungsi mesin hani
  • Mengenali alat pencucuk benang pada gun/sisir/droper
  • Memperagakan cara mencucuk
  • Mengenali alat penyambung benang
  • Memperagakan cara menyambung benang secara manual/ dengan knotter
  • Mengenali bagian-bagian pokok mesin dan fungsinya
  •  

     

    • Proses pemaletan

     

     

     

     

     

    • Desain tenun

     

     

     

     

     

     

    • Menjelaskan proses pertenunan

     

    • Menjelaskan pembuatan kain rajut
    • Menjelaskan persiapan proses perajutan
    • Menjelaskan proses perajutan
  • Memalet benang dengan alat tradisional
  • Menggambar desain anyaman dasar
  • Membuat anyaman dasar dengan alat penganyam sederhana (frame loom)
  • Mengenali bagian-bagian pokok mesin tenun
  • Menenun kain anyaman polos dengan alat tenun bukan mesin (ATBM)
  • Mengidentifikasi kain/mesin rajut berdasarkan golongannya
  • Mengidentifikasi jenis proses persiapan perajutan berdasarkan catat merajut yang digunakan
  • Mengenali bagian-bagian pokok mesin/alat rajut datar satu tempat jarum
  • Membuat kain rajut polos dengan breipen atau dengan mesin rajut datar satu tempat jarum
  • A4.

    Menguasai dasar-dasar penyempurnaan tekstil

    • Menjelaskan proses penyempurnaan tekstil
    • Menjelaskan proses persiapan penyempurnaan
    • Menjelaskan proses pembakaran bulu
    • Menjelaskan proses penghilangan kanji
    • Menjelaskan proses pemasakan

     

    • Menjelaskan proses heat setting
    • Proses merserisasi

     

    • Menjelaskan proses pengelantangan
    • Menjelaskan proses pencelupan

     

     

     

    • Menjelaskan proses pencapan
    • Menjelaskan proses penyempurnaan khusus

     

    • Mengenali bagian-bagian pokok dan fungsi mesin pembakar bulu
    • Menghilangkan kanji pada benang terkanji secara laboratoris
    • Mengenali bagian-bagian pokok mesin/alat pemasak
    • Memasak benang kapas grey secara laboratoris
    • Mengenali bagian-bagian dan fungsi mesin heat setting
    • Mengenali bagian-bagian pokok dan fungsi merserisasi
    • Mengenali bagian-bagian pokok dan fungsi mesin pengelantangan
    • Mengenali bagian-bagian dan fungsi mesin celup
    • Mencelup bahan secara laboratoris dengan zat warna direk atau zat warna lain
    • Mengenali bagian-bagian dan fungsi mesin pencapan
    • Membuat kain cap sederhana dengan teknik sablon
    • Mengenali bagian-bagian dan fungsi mesin penyempurnaan khusus

    A5.

    Menguasai dasar-dasar pembuatan pakaian jadi

    • Menjelaskan desain pakaian jadi

     

     

     

    • Menjelaskan produksi pakaian jadi
  • Menggambar desain sederhana untuk jenis pakaian tertentu
  • Mengenali karakteristik benang/ kain untuk jenis pakaian tertentu
  • Mengenali bagian-bagian dan fungsi mesin-mesin pada unit produksi pakaian jadi
  •  

    2. BAHAN TEKSTIL

    Tingkat I: 260 Jam Pelajaran

    NO

    KOMPETENSI/

    SUB KOMPETENSI

    PEMBELAJARAN

    PENGETAHUAN

    KETERAMPILAN

    B.

    Menguasai bahan tekstil

     

     

    B1.

    Mengidentifikasi macam-macam bahan tekstil

    • Menggolongkan macam-macam serat
    • Menjelaskan sifat serat alam
    • Menjelaskan sifat serat buatan
  • Mengelompokkan serat-serat tekstil sesuai dengan golongannya
  • Menghitung kehalusan serat (denier)
  • Menghitung regain bahan/serat tekstil
  • Menentukan tingkat kedewasaan serat (% kedewasaan) secara mikroskopik
  • B2.

    Mengidentifikasi polimer serat tekstil

    • Menjelaskan uji pembakaran

     

     

    • Menjelaskan uji mikroskopik

     

     

     

    • Menjelaskan uji massa jenis
    • Menjelaskan uji kelarutan

     

     

    • Menjelaskan uji pewarnaan
  • Menentukan jenis serta melalui pengamatan terhadap warna abu, bau dan bentuk lelehan hasil pembakaran
  • Menentukan jenis serat melalui pengamatan terhadap bentuk pandangan membujur dan bentuk penampang melintang serat
  • Menentukan jenis serat berdasarkan massa jenis
  • Menentukan jenis serat melalui pengamatan terhadap kelarutan serat dalam berbagai pelarut
  • Menentukan jenis serat melalui pengamatan terhadap warna-warna spesifik dalam berbagai pereaksi/reagen
  • B3.

    Mengidentifikasi serat tekstil

    • Menjelaskan penggunaan benang/serat/kain
  • Menyebutkan bidang penggunaan tiap jenis serat, benang dan kain
  • B4.

    Menguji sifat-sifat serat tekstil

    • Menjelaskan penggolongan benang
    • Menjelaskan kriteria mutu benang
    • Menjelaskan komposisi serat pada benang
  • Mengidentifikasi jenis serat pada benang
  •  

    • Menghitung persentase komposisi campuran serat dalam benang

    B5.

    Mengidentifikasi macam-macam jenis kain

    • Menjelaskan penggolongan kain tenun
    • Menjelaskan karakteristik kain tenun
    • Menjelaskan cara analisis kain
  • Mengidentifikasi kain berdasarkan golongannya
  • B6.

    Mengidentifikasi macam-macam benang

    • Dasar-dasar benang
    • Definisi benang
    • Puntiran/antihan (Twist)
    • Penomoran benang
    • Teori Draft
    • Penggolongan benang

     

    • Mutu benang

     

    • Struktur benang
  • Menjelaskan pengertian benang, terjadinya puntiran dan terbentuknya benang
  • Menyebutkan macam-macam benang berdasarkan struktur, pembuatan, pemakaian dan jenis seratnya
  • Menyebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi mutu benang
  • Menentukan komposisi campuran serat
  • B7.

    Mengidentifikasi dan mengklasifikasi macam-macam kain

    • Dasar-dasar kain
    • Definisi tekstil
    • Konstruksi kain
    • Penggolongan kain

     

     

     

    • Karakteristik kain
  • Menjelaskan pengertian kain
  • Menyebutkan macam-macam kain berdasarkan pembuatan, pemakaian, konstruksi, anyaman dan tradisi
  • Mengamati karakteristik kain berdasarkan analisa dekomposisi kain
  • B8.

    Memahami kegunaan bahan tekstil

    • Kegunaan serat, benang dan kain
    • Penggunaan kain sesuai jenis serat
    • Kain-kain tradisional Indonesia
  • Menyebutkan kegunaan serat, benang dan kain
  • Menjelaskan penggunaan kain sesuai jenis seratnya
  • 3. GAMBAR TEKNIK

    Tingkat I : 120 Jam Pelajaran

    NO

    KOMPETENSI/

    SUB KOMPETENSI

    PEMBELAJARAN

    PENGETAHUAN

    KETERAMPILAN

    C.

    Membuat gambar teknik

     

     

    C1.

    Menggunakan jenis peralatan dan standarisasi gambar teknik

    • Menjelaskan macam-macam alat gambar
  • Menggunakan alat gambar dan meralat gambar
  • Menggambar proyeksi otographi
  • C2.

    Menguasai dasar-dasar proyeksi

    • Menjelaskan prinsip proyeksi Eropa dan Amerika
    • Menjelaskan prinsip aksonometri
    • Menjelaskan prinsip isometri, dimetri dan trimetri
  • Menggambar proyeksi aksonometri
  • Menggambar proyeksi miring
  • C3.

    Menggambar bagian peralatan pada mesin-mesin tekstil

    • Menjelaskan simbol gambar simbol "operational flow chart"
  • Menggambar flow chart proses produksi rangkaian roda gigi pada mesin produksi tekstil
  • C4.

    Menginterprestasikan gambar teknik

    • Menjelaskan simbol operasional flow chart
    • Menjelaskan rangkaian hubungan roda gigi
    • Membaca gambar potongan
  • Membaca flow chart diagram
  • Membaca hubungan roda gigi
  • Membaca ukuran suku cadang melalui gambar teknik
  • Menggambar potongan suku cadang
  •  

    4. DASAR-DASAR PERAWATAN DAN PERBAIKAN

    Tingkat I : 200 Jam Pelajaran

    NO

    KOMPETENSI/

    SUB KOMPETENSI

    PEMBELAJARAN

    PENGETAHUAN

    KETERAMPILAN

    D.

    Menguasai dasar-dasar perawatan dan perbaikan

     

     

    D1.

    Memahami dan menerapkan konsep kesehatan dan keselamatan kerja

    • Memahami konsep keselamatan dan kesehatan kerja
  • Melaksanakan konsep keselamatan dan kesehatan kerja
  • D2.

    Menggunakan peralatan bengkel

    • Memahami jenis-jenis peralatan
    • Memahami cara menggunakan peralatan
  • Menggunakan peralatan bengkel
  • D3.

    Memahami dan melaksanakan kerja bangku

    • Memahami tujuan praktek kerja bangku
  • Memotong
  • Menyambung dengan peralatan las
  • Mengebor
  • Mengikir
  • Membubut
  • Menggerinda
  • D4.

    Memperbaiki dan membuat komponen mesin tekstil

    • Menjelaskan cara membuat mur dan baut
    • Menjelaskan cara membuat komponen mesin sederhana
  • Membuat mur dan baut
  • Membuat komponen mesin sederhana
  • D5.

    Menerapkan konsep dasar kelistrikan

    • Menjelaskan macam-macam hubungan listrik
    • Menjelaskan peralatan listrik
  • Membuat rangkaian hubungan listrik sederhana
  • Menggunakan berbagai peralatan listrik
  • D6.

    Membaca gambar rangkaian listrik

    • Menjelaskan rangkaian listrik pada sebuah mesin
    • Menjelaskan cara membaca rangkaian listrik
  • Membaca rangkaian listrik pada sebuah mesin
  • D7.

    Menerapkan prinsip-prinsip dasar mekanik

    • Menjelaskan transmisi daya
    • Menjelaskan roda gigi dan bantalan
    • Menjelaskan kopling
  • Membedakan cara pemindahan roda gigi
  • Membedakan macam roda gigi
  • Membedakan macam-macam bentuk kopling
  • D8.

    Melaksanakan perawatan sederhana

    • Menjelaskan bagian-bagian mesin
    • Menjelaskan jadwal pelumasan
  • Membersihkan bagian-bagian mesin
  • Membuat jadwal pelumasan
  • Melumasi bagian-bagian mesin
  •  

    5. PENGUJIAN BAKAL BENANG

    Tingkat II : 180 Jam Pelajaran

    NO

    KOMPETENSI/

    SUB KOMPETENSI

    PEMBELAJARAN

    PENGETAHUAN

    KETERAMPILAN

    E.

    Mengendalikan mutu produksi pembuatan benang

     

     

    E1.

    Menguasai konsep pengendalian mutu terpadu

    • Menjelaskan sistem peningkatan mutu terpadu
  • Menjelaskan mentalitas dasar dalam pengendalian mutu
  • Menjelaskan sistem manajemen pengendalian mutu
  • Menjelaskan 7 alat dan organisasi dalam pengendalian mutu
  • Menjelaskan tindak lanjut dalam kegiatan pengendalian mutu
  • Menjelaskan hakekat mutu
  • Menjelaskan pengertian pengendalian mutu terpadu
  • E2.

    Menentukan metoda pengendalian

    • Menjelaskan organisasi pengendalian mutu
    • Menjelaskan pengambilan contoh uji
    • Menjelaskan statistik pengujian harga rata-rata, standar deviasi, koefisien variasi, error
  • Membentuk GKM pada bidangnya
  • Menentukan contoh
  • Mengambil contoh secara acak
  • Menentukan rumus yang digunakan dalam pengolahan data
  • E3.

    Menguji bahan

    • Menjelaskan ruang pengujian

     

     

    • Menjelaskan regain

     

     

    • Menjelaskan pengujian mutu serat

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    • Menjelaskan nomor benang

     

     

     

     

     

    • Menjelaskan twist benang

     

     

    • Menjelaskan kerataan benang

     

    • Menjelaskan grade benang
    • Menjelaskan grading kain

     

     

     

     

     

     

     

     

    • Menjelaskan konstruksi kain

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    • Menjelaskan kekuatan tarik kain
    • Menjelaskan kekuatan sobek kain

     

     

     

    • Menjelaskan ketahanan gosok kain

     

    • Menjelaskan daya tembus udara
    • Menjelaskan tahan pecah kain

     

    • Menjelaskan drape kelangsaian kain
    • Menjelaskan tahan pecah kain

     

    • Menjelaskan tahan kusut kain

     

    • Menjelaskan drape kelangsaian kain dan daya serap kain

     

     

    • Menjelaskan daya tolak air

     

    • Menjelaskan daya penetrasi air
    • Menjelaskan stabilitas dimensi Kain
    • Menjelaskan kain merser
    • Menjelaskan kerusakan serat pada kain
    • Menjelaskan uji resin formaldehida pada kain
    • Menjelaskan kekuatan jahitan
    • Menjelaskan pengertian penampakkan jahitan
    • Menjelaskan prinsip pengujian
    • Uji kemasan
    • Menjelaskan pengertian setik atau jeratan
    • Uji cacad jahitan
    • Menjelaskan prinsip pengujian daya serap air pada kain
    • Menjelaskan prinsip kerja alat uji
    • Menjelaskan prosedur pengoperasian alat
    • Menjelaskan cara menguji
    • Menjelaskan cara menghitung data hasil pengujian

     

    • Menjelaskan prinsip pengujian daya tolak air pada kain
    • Menjelaskan prinsip kerja alat uji
    • Menjelaskan prosedur pengoperasian alat
    • Menjelaskan cara menguji
    • Menjelaskan cara menghitung data hasil pengujian
    • Menjelaskan prinsip pengujian daya penetrasi air pada kain
    • Menjelaskan prinsip kerja alat uji
    • Menjelaskan prosedur pengoperasian alat
    • Menjelaskan cara menguji
    • Menjelaskan cara menghitung data hasil pengujian

     

    • Evaluasi stabilitas air pada kain
    • Menjelaskan prinsip kerja alat uji
    • Menjelaskan prosedur pengoperasian alat
    • Menjelaskan cara menguji
    • Menjelaskan cara menghitung data hasil pengujian
    • Menjelaskan tujuan pengujian kerusakan serat pada kain
    • Menjelaskan cara menyiapkan pereaksi
    • Menjelaskan cara menguji
    • Menjelaskan cara menghitung data hasil pengujian
    • Menjelaskan maksud dan tujuan evaluasi resin formaldehida
    • Menjelaskan cara menyiapkan pereaksi
    • Menjelaskan cara menguji
    • Menjelaskan cara menghitung data hasil pengujian

     

     

    • Menjelaskan maksud dan tujuan evaluasi ketahanan luntur warna
    • Menjelaskan kriteria penilaian
    • Menjelaskan gray scale dan staining scale
    • Menjelaskan standar celupan wol biru
    • Menjelaskan maksud dan tujuan evaluasi ketahanan luntur warna terhadap panas penyetrikaan
    • Menjelaskan prinsip uji
    • Menjelaskan cara pengujian

     

    • Menjelaskan cara menghitung, menganalisa, dan menyimpulkan hasil pengujian
    • Menjelaskan maksud dan tujuan evaluasi ketahanan luntur warna terhadap gosokan
    • Menjelaskan Peralatan yang digunakan
    • Menjelaskan cara pengujian
    • Menjelaskan cara menghitung menganalisa dan menyimpulkan hasil uji
    • Menjelaskan maksud dan tujuan evaluasi ketahanan luntur warna terhadap sinar
    • Menjelaskan peralatan yang digunakan
    • Menjelaskan prinsip uji
    • Menjelaskan cara pengujian
    • Menjelaskan, menghitung, menganalisa dan menyimpulkan hasil uji
    • Menjelaskan maksud dan tujuan evaluasi ketahanan luntur warna terhadap pencucian
    • Menjelaskan peralatan yang digunakan
    • Menjelaskan prinsip uji
    • Menjelaskan cara pengujian
    • Menjelaskan, menghitung, menganalisa dan menyimpulkan hasil uji

     

    • Menjelaskan maksud dan tujuan evaluasi ketahanan luntur warna terhadap keringat
    • Menjelaskan peralatan yang digunakan
    • Menjelaskan prinsip uji
    • Menjelaskan cara pengujian
    • Menjelaskan, menghitung, menganalisa dan menyimpulkan hasil uji
    • Menjelaskan maksud dan tujuan evaluasi ketahanan luntur warna terhadap chlor
    • Menjelaskan peralatan yang digunakan
    • Menjelaskan prinsip uji
    • Menjelaskan cara pengujian
    • Menjelaskan cara menghitung, menganalisa dan menyimpulkan hasil uji
  • Menentukan ruang standar pengujian
  • Membaca kelembaban ruang pengujian
  • Menjelaskan pengertian regain
  • Menentukan regain bahan tekstil
  • Mengoperasikan alat uji
  • Mengolah data
  • Mengambil kesimpulan, dibandingkan dengan standar
  • Menyiapkan contoh uji
  • Mengolah data
  • Menentukan kriteria kehalusan serat
  • Mengoperasikan data
  • Menentukan kriteria kedewasaan serat
  • Mengolah data
  • Menentukan kriteria grade serat berdasarkan standar
  • Menguji nomor benang dengan neraca kwadran balance
  • Menguji nomor benang dengan neraca analitis
  • Menghitung BL, Tenacity dan CSP
  • Menghitung twist faktor
  • Menguji twist benang tunggal dan benang gintir dengan twist tester
  • Menguji twist benang tunggal dan benang gintir dengan twist tester
  • Menghitung U % Periodecity
  • Membandingkan contoh uji benang hasil gulungan dengan standar grade benang
  • Membandingkan contoh uji benang hasil gulungan yam inspector dengan standar grade benang
  • Menentukan mutu kain berdasarkan grade kain
  • Menentukan konstruksi kain tenun dan kain rajut
  • Menggambar rapot anyaman dan rapot jeratan
  • Menghitung tetal benang pada kain tenun
  • Menghitung jumlah jeratan dalam kain rajut
  • Menentukan nomor benang pada kain
  • Menentukan Crimp dan Take Up
  • Menentukan berat kain/m2 secara perhitungan dan secara penimbangan
  • Menguji kekuatan tarik kain sesuai dengan SNI
  • Menguji tahan sobek kain dengan Tearing Tester
  • Menguji kain sobek kain dengan Fabric Tensile Strength Tester pembentukan mulut lusi
  • Menguji tahan gosok kain sesuai SNI
  • Mengolah data hasil pengujian
  • Menguji daya tembus udara kain dengan air Permeability
  • Menguji tahan pecah kain rajut dengan Bursting Tester sesuai SNI
  • Menguji daya tembus udara kain dengan Air permeability
  • Menguji tahan pecah kain rajut dengan burating Tester sesuai SNI
  • Menguji tahan pecah kain dengan Cea Recovery Tester sesuai dengan SNI
  • Menguji kelangsaian kain sesuai SNI
  • Menguji daya serap kain dengan alat sesuai dengan SNI
  • Menguji daya tolak air dengan alat sesuai dengan SNI
  • Menguji daya penetrasi air dengan alat sesuai SNI
  • Menguji stabilitas dimensi kain seuai dengan standar
  • Menguji kain kapas merser secara fisika dan kimia
  • Menguji kerusakan serat pada kain dengan zat pereaksi
  • Menguji resin formaldehida pada kain sesuai SNI
  • Melaksanakan pengujian
  • Menampakkan jahitan setelah pencucian berulang-ulang
  • Melaksanakan pengujian
  • Membandingkan hasilnya dengan standar dan membuat laporan
  •  

    • Menyiapkan contoh uji
    • Mengoperasikan alat uji
    • Menguji daya serap air pada kain
    • Menghitung, menganalisa dan menyimpulkan hasil pengujian

     

     

     

     

     

    • Menyiapkan pereaksi
    • Mengerjakan pengujian daya tolak air terhadap kain
    • Menetapkan kriteria mutu kain

     

    • Menyiapkan contoh uji
    • Mengoperasiakan alat uji
    • Menguji daya penetrasi air pada kain
    • Menghitung, menganalisa, menganalisa dan menyimpulkan hasil pengujian
    • Menyiapkan contoh uji
    • Mengoperasikan alat uji
    • Menguji stabilitas air pada kain
    • Menghitung, menganalisa, menganalisa dan menyimpulkan hasil pengujian
    • Menyiapkan contoh uji
    • Menyiapkan pereaksi
    • Menguji kerusakan serat pada kain
    • Menghitung, menganalisa dan menyimpulkan hasil pengujian
    • Menyiapkan contoh uji
    • Menyiapkan pereaksi
    • Mengerjakan pengujian resin formaldehida
    • Menetapkan kriteria mutu kain

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    • Menyiapkan contoh uji
    • Menguji ketahanan luntur warna terhadap panas penyetrikaan
    • Menghitung, menganalisa, dan menyimpulkan hasil pengujian
    • Menyiapkan contoh uji

     

     

     

    • Menguji ketahanan luntur warna terhadap gosokan
    • Menghitung, menganalisa, dan menyimpulkan hasil pengujian
    • Menyiapkan contoh uji

     

     

     

     

    • Menguji ketahanan luntur warna terhadap sinar
    • Menghitung, menganalisa, dan menyimpulkan hasil pengujian
    • Menyiapkan contoh uji

     

     

     

     

     

    • Menguji ketahanan luntur warna terhadap pencucian
    • Menghitung, menganalisa, menganalisa dan menyimpulkan hasil pengujian
    • Menyiapkan contoh uji

     

     

     

    • Menguji ketahanan luntur warna terhadap keringat
    • Menghitung, menganalisa, dan menyimpulkan hasil pengujian
    • Menyiapkan contoh uji

     

     

     

    • Menguji ketahanan luntur warna terhadap chlor
    • Menghitung, menganalisa, dan menyimpulkan hasil pengujian

    E4.

    Menyajikan dan mengolah data

    • Menjelaskan macam-macam bentuk laporan
    • Menjelaskan pengolahan data dengan statistik dan 7 alat pengendalian mutu
  • Membuat laporan dan informasi tentang hasil kegiatan pengendalian mutu
  • Mengolah data dengan menggunakan 7 alat dalam kegiatan pengendalian mutu
  • E5.

    Mengevaluasi hasil pengujian

    • Menjelaskan standarisasi
    • Menjelaskan denving circle

     

     

    • Menjelaskan 8 Langkah pemecahan masalah
  • Menentukan standar yang digunakan
  • Membuat cara penanggulangan masalah penyimpangan mutu produksi
  • Menentukan langkah yang digunakan dalam pemecahan masalah dalam penyimpangan mutu
  •  

     

    6. PEMBUATAN BAKAL BENANG

    Tingkat II: 820 Jam Pelajaran

    NO

    KOMPETENSI/

    SUB KOMPETENSI

    PEMBELAJARAN

    PENGETAHUAN

    KETERAMPILAN

    F.

    Menguasai tahapan pembuatan bakal benang

     

     

    F1.

    Mengidentifikasi peralatan penyuap, pembuka, pembersih, peregang, pengantih, penggulung dan penampung

    • Menjelaskan peralatan penyuap bahan
    • Menjelaskan peralatan pembuka serat
    • Menjelaskan peralatan pembersih serat
    • Menjelaskan peralatan peregang/ pensejajaran serat
    • Menjelaskan peralatan pengantih bahan
    • Menjelaskan peralatan penggulung bahan
    • Menjelaskan peralatan penampung bahan
  • Mengidentifikasi alat-alat penyuap bahan
  • Mengindentifikasi alat-alat pembuka serat
  • Mengindentifikasi alat-alat pembersih serat
  • Mengidentifikasi alat-alat peregang/pense jajaran serat
  • Mengidentifikasi alat-alat pengantih bahan
  • Mengidentifikasi alat-alat penggulung bahan
  • Mengidentifikasi alat-alat penampung bahan
  • F2.

    Menjelaskan mekanisme kerja peralatan penyuap pembuka, pembersih, peregang, pengantih, penggulung, dan penampung

    • Menjelaskan mekanisme dan cara kerja peralatan penyuap
    • Menjelaskan mekanisme dan cara kerja peralatan pembuka bahan
    • Menjelaskan mekanisme dan cara kerja peralatan pembersih serat
    • Menjelaskan mekanisme dan cara kerja peregang/ pensejajaran serat
    • Menjelaskan mekanisme dan cara kerja peralatan pengantih bahan
    • Menjelaskan mekanisme dan cara kerja peralatan penggulung bahan
    • Menjelaskan mekanisme dan cara kerja peralatan penampung bahan
  • Mengidentifikasi mekanisme peralatan penyuap
  • Mengidentifikasi peralatan pembuka bahan
  • Mengidentifikasi peralatan pembersih bahan
  • Mengidentifikasi peralatan peregang/ pensejajaran serat
  • Mengidentifikasi peralatan pengantih bahan
  • Mengidentifikasi peralatan penggulung bahan
  • Mengidentifikasi peralatan penampung bahan
  • F3.

    Melaksanakan proses pemintalan benang garu, benang sisir, benang open end, benang air jet spin dan benang gintir

    • Menjelaskan bahan baku benang garu
    • Menjelaskan mesin pemintal benang garu
    • Menjelaskan penanganan hasil pintal benang garu
    • Menjelaskan persiapan bahan baku benang sisir
    • Menjelaskan persiapan mesin pemintalan benang sisir
    • Menjelaskan pengoperasian dan pelayanan mesin pemintal benang sisir
    • Menangani hasil pintal benang sisir
    • Menjelaskan bahan baku benang open end
    • Menjelaskan mesin pemintal benang open end

     

     

    • Menangani hasil pintal benang open end
    • Menjelaskan bahan baku benang air jet spin
    • Menjelaskan mesin pemintal benang air jet spin
    • Penanganan hasil pintal benang air jet spin
    • Menjelaskan bahan baku benang gintir
    • Menjelaskan mesin pemintal benang gintir
    • Menangani hasil pintal benang gintir

     

     

     

    • Mengoperasikan dan melayani mesin-mesin pemintalan benang garu
    • Mengatur hasil pintal sesuai dengan alur proses

     

     

     

     

    • Mengoperasikan dan melayani mesin-mesin pemintal benang sisir
    • Mengatur hasil pintal sesuai dengan alur proses
    • Mengoperasikan dan melayani mesin-mesin pemintal benang open end
    • Mengatur hasil pintal sesuai dengan alur proses
    • Mengoperasikan dan melayani mesin-mesin pemintal benang open end
    • Mengatur hasil pintal sesuai dengan alur proses
    • Mengoperasikan dan melayani mesin-mesin pemintal benang air jet spin
    • Mengatur hasil pintal sesuai dengan alur proses
    • Mengoperasikan dan melayani mesin-mesin pemintal benang gintir
    • Mengatur hasil pintal sesuai alur proses

     

    NO

    KOMPETENSI/

    SUBKOMPETENSI

    PEMBELAJARAN

    PENGETAHUAN

    KETERAMPILAN

    G.

    Menangani proses pembuatan bakal benang

    G1.

    Menyiapkan bahan baku dan bahan pembantu

    • Bahan baku dan bahan pembantu pembuatan bakal benang

     

     

    • Mixing dan Blending serat
  • Menentukan dan menggunakan bahan baku, bahan pembantu untuk proses pembuatan bakal benang sesuai dengan jenis benang yang diproduksi
  • Menentukan prosentase mixing dan blending serat pada proses pembuatan benang sesuai dengan jenis benang yang diproduksi
  • G2.

    Menyiapkan mesin-mesin pembuatan bakal benang

    • Persiapan mesin-mesin
  • Menentukan alur proses mesin yang digunakan untuk proses pembuatan bakal benang sesuai dengan jenis benang yang diproduksi
  • Menentukan jumlah regangan, jumlah antihan, dan jumlah produksi pada setiap tahapan proses pembuatan bakal benang sesuai dengan jenis benang yang diproduksi
  • G3.

    Melaksanakan proses pembuatan bakal benang

    • Pengoperasian dan pelayanan mesin
  • Mengoperasikan dan melayani mesin-mesin pembuatan bakal benang dengan memperhatikan prosedur standar pengoperasian mesin (SOP)
  •  

    7. PENGELOLAAN PRODUKSI PEMBUATAN BENANG

    Tingkat III : 104 Jam Pelajaran

    NO

    KOMPETENSI/

    SUB KOMPETENSI

    PEMBELAJARAN

    PENGETAHUAN

    KETERAMPILAN

    H.

    Mengelola produksi pembuatan benang

     

     

    H1.

    Melaksanakan prinsip-prinsip perencanaan dan pengendalian produksi pembuatan benang

    • Menjelaskan perencanaan dan pengendalian produksi
    • Menjelaskan perencanaan jaringan kerja
  • Membuat rencana pelaksanaan produksi dan pengendaliannya
  • Membuat diagram jaringan kerja untuk suatu tugas proyek sederhana
  • Membuat jadwal berdasarkan diagram jaringan kerja
  • H2.

    Melaksanakan prinsip-prinsip organisasi pada kegiatan produksi pembuatan benang

    • Menjelaskan manfaat organisasi
    • Menjelaskan istilah-istilah dalam organisasi
    • Menjelaskan prinsip organisasi
    • Menjelaskan wewenang dan tanggung jawab
    • Menjelaskan rentang pengawasan dan rentang komando
    • Menjelaskan pembagian aktifitas
    • Menjelaskan struktur organisasi
    • Menjelaskan tipe-tipe organisasi
    • Menjelaskan fungsi organisasi pabrik
  • Membedakan tiap-tiap jenis tipe
  • Mengenali tipe organisasi industri pemintalan mekanik
  • Mengenali organisasi pabrik
  • Menilai efektifitas organisasi pembuatan benang
  • H3.

    Menghitung harga pokok per satuan hasil produksi pembuatan benang

    • Menjelaskan ongkos bahan baku

     

    • Menjelaskan ongkos tenaga kerja

     

    • Menjelaskan biaya Overhead

     

    • Menjelaskan harga Pokok
    • Menjelaskan jenis-jenis biaya
    • Menjelaskan jenis-jenis kalkulasi
    • Menjelaskan bunga modal

     

    • Menjelaskan biaya pemeliharaan dan perbaikan

     

    • Hubungan biaya over-head dan harga pokok
    • Analisis titik pulang pokok

     

     

    • Biaya tenaga listrik dan air
  • Menghitung ongkos bahan proses pembuatan benang dengan metode LIFO/FIFO/ berat rata-rata
  • Menghitung ongkos buruh pada unit pembuatan benang dengan metode : jam kerja/ jumlah produksi
  • Menghitung biaya penghapusan rata-rata per tahun dengan garis lurus/jumlah angka
  • Menghitung harga pokok, pada unit pembuatan benang
  • Menentukan cara pembayaran kembali
  • Menghitung bunga modal
  • Menghitung bunga overhead pada unit persiapan/pertenunan/ perajutan
  •  

    • Membuat grafik yang menyatakan hubungan volume produksi, biaya dan keuntungan
    • Menghitung listrik per kwh untuk setiap hasil produksi pertenunan/ perajutan
    • Menghitung biaya pemakaian air untuk setiap satuan hasil produksi pertenunan/ perajutan

     

     

    8. PAKET KEAHLIAN

    Tingkat III: 160 Jam Pelajaran

    NO

    KOMPETENSI/

    SUB KOMPETENSI

    PEMBELAJARAN

    PENGETAHUAN

    KETERAMPILAN

    I.

    Mengendalikan mutu produksi pembuatan benang

     

     

    I1.

    Menguasai konsep pengendalian mutu terpadu

    • Menjelaskan sistem peningkatan mutu terpadu
  • Dapat menjelaskan mentalitas dasar-dasar pengendalian mutu
  • Dapat menjelaskan sistem manajemen pengendalian mutu
  • Dapat menjelaskan 7 alat dan organisasi dalam pengendalian mutu
  • Dapat menjelaskan tindak lanjut dalam kegiatan pengendalian mutu
  • Dapat menjelaskan hakekat mutu
  • Dapat menjelaskan pengertian pengendalian mutu terpadu
  • I2.

    Menentukan metoda pengendalian

    • Menjelaskan organisasi pengendalian mutu
    • Menjelaskan pengambilan contoh uji
    • Menjelaskan statistik pengujian
  • Dapat membentuk GKM pada bidang pembuatan kain
  • Dapat menentukan contoh :induk, kelompok, dan laboratorium
  • Dapat mengambil contoh secara acak
  • Dapat menentukan rumus yang digunakan dalam pengolahan data
  • I3.

    Menguji bahan benang

    • Menjelaskan ruang pengujian

     

    • Menjelaskan regain

     

     

    • Menjelaskan pengujian mutu benang

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    • Menjelaskan nomor benang

     

     

     

     

    • Menjelaskan Twist Benang

     

     

    • Menjelaskan kerataan benang
    • Menjelaskan grade Benang
  • Menentukan ruang standar pengujian
  • Membaca kelembaban ruang pengujian
  • Menjelaskan pengertian regain
  • Menentukan regain bahan tekstil
  • Mengoperasikan alat uji
  • Mengambil kesimpulan, dibandingkan dengan standar
  • Menyiapkan contoh uji
  • Menentukan kriteria kehalusan benang
  • Mengoperasikan data
  • Menentukan kriteria kedewasaan benang
  • Menentukan kriteria grade benang berdasarkan standar
  • Menguji nomor benang dengan neraca kwadran balance
  • Menguji nomor benang dengan neraca analitis
  • Menghitung BL, Tenacity dan CSP
  • Menghitung twist faktor
  • Menguji twist benang tunggal dan benang gintir dengan twist tester
  • Menghitung U % Periodecity
  • Membandingkan contoh uji benang hasil gulungan dengan standar grade benang
  • Membandingkan contoh uji benang hasil gulungan yarn inpector dengan standar grade benang
  • I4.

    Menyajikan dan mengolah data

    • Menjelaskan macam-macam bentuk laporan

     

    • Menjelaskan pengolahan data dengan statistik dan 7 alat pengendalian mutu
  • Dapat membuat laporan dan informasi tentang hasil kegiatan pengendalian mutu
  • Dapat mengolah data dengan menggunakan 7 alat dalam kegiatan pengendalian mutu
  • I5.

    Mengevaluasi hasil pengujian

    • Menjelaskan standarisasi
    • Menjelaskan deming circle

     

     

    • Menjelaskan 8 langkah pemecahan masalah
  • Dapat menentukan standar yang digunakan
  • Dapat membuat cara penanggulangan masalah penyimpangan mutu produksi
  • Dapat menentukan langkah-langkah yang digunakan dalam pemecahan masalah dalam penyimpangan mutu
  •  

    Tingkat III: 1120 Jam Pelajaran

    NO

    KOMPETENSI/

    SUB KOMPETENSI

    PENGETAHUAN

    PENGETAHUAN

    KETERAMPILAN

    J.

    Pembuatan benang

     

     

    J1.

    Menghitung produksi mesin-mesin pembuatan benang

    • Menjelaskan perhitungan kecepatan putaran mesin
    • Menjelaskan perhitungan produksi mesin
  • Menghitung dan mengukur
  • Menentukan produksi teoritis dan produksi nyata
  • J2.

    Menghitung efisiensi mesin pembuatan benang

    • Menjelaskan perhitungan prosentase limbah
    • Perhitungan efisiensi produksi
  • Menentukan efisiensi produksi mesin
  • J3.

    Merawat dan memperbaiki kerusakan mesin pembuatan benang

    • Menjelaskan pengertian dan tujuan perawatan, perbaikan mesin pembuatan benang
    • Menjelaskan alat dan bahan pembantu perawatan dan perbaikan peralatan
    • Menjelaskan perawatan dan perbaikan peralatan
  • Mengidentifikasi peralatan mesin pembuatan benang yang perlu dirawat dan diperbaiki
  • Menggunakan alat dan bahan pembantu perawatan dan perbaikan
  • Merawat dan memperbaiki peralatan penyuap, pembuka, pembersih, peregang/pensejajaran serat, penganti, penggulung dan penampung sesuai dengan pedoman yang ditentukan
  • J4.

    Membuat perencanaan pintal benang garu, sisir, open end, air jet spin, dan benang gintir

    • Menjelaskan rencana produksi benang garu

     

     

     

    • Menjelaskan rencana kebutuhan bahan baku

     

     

    • Menjelaskan rencana kebutuhan
  • Membuat rencana produksi benang garu, benang sisir, benang open end, benang air jet spin menggunakan serat dengan komposisi campuran tertentu
  • Menentukan jumlah kebutuhan bahan baku untuk setiap tahapan proses sesuai dengan jumlah produksi yang dikenakan
  • Membuat rencana kebutuhan mesin sesuai dengan jenis benang ini dan jumlah produksi yang direncanakan untuk setiap tahapan
  • J5.

    Menangani masalah produksi pemintalan benang garu, sisir, open end dan air jet spinning

    • Menjelaskan penyebab penyimpangan mutu hasil produksi

     

     

    • Menjelaskan analisis penyimpangan mutu hasil produksi

     

     

     

     

    • Menjelaskan cara memperbaiki penyebab penyimpangan mutu hasil produksi

     

     

    • Menjelaskan evaluasi hasil penanganan masalah penyebab penyimpangan mutu produksi
  • Mengidentifikasi penyebab penyimpangan mutu pada setiap tahapan proses pemintalan sesuai dengan jenis benang yang direncanakan
  • Menganalisis penyebab penyimpangan mutu hasil produksi pada setiap tahapan proses pemintalan sesuai dengan jenis benang yang direncanakan menggunakan tujuh alat kendali mutu
  • Memperbaiki penyebab penyimpangan mutu setiap tahapan proses pemintalan sesuai dengan jenis benang yang direncanakan menggunakan teknik gugus kendali mutu (GKM)
  • Mengevaluasi hasil pelaksanaan penanganan masalah pada setiap tahapan proses pemintalan sesuai dengan jenis benang yang direncanakan
  •  

     

     

    NO

    KOMPETENSI/

    SUBKOMPETENSI

    PEMBELAJARAN

    PENGETAHUAN

    KETERAMPILAN

    K.

    Merawat dan memperbaiki mesin-mesin

     

     

    K1.

    Melaksanakan perawatan/perbaikan mesin-mesin pembuatan benang

    • Perawatan/perbaikan peralatan mesin-mesin pembuatan benang
  • Melaksanakan perawatan/perbaikan peralatan mesin-mesin pembuatan benang berdasarkan jadwal perawatan dan perbaikan mesin
  • K2.

    Menangani masalah yang timbul dalam proses pembuatan benang

    • Analisis penyebab penyimpangan mutu bahan

     

    • Penanganan masalah terhadap penyimpangan mutu bahan
  • Mengidentifikasi penyebab penyimpangan mutu bahan pada setiap tahapan proses pembuatan benang
  • Memperbaiki peralatan-peralatan mesin penyebab penyimpangan mutu bahan.
  • K3.

    Mengevaluasi hasil proses pembuatan benang

    • Pengolahan data

     

     

     

     

     

     

    • Standar-standar spesifikasi bahan
  • Mengolah data hasil pengujian bahan pada setiap tahapan proses pembuatan benang
  • Membandingkan hasil pengolahan data pengujian dengan standar spesifikasi bahan.
  • Menentukan mutu bahan yang dihasilkan oleh setiap tahapan proses pembuatan benang dengan membandingkan hasil pengujian dengan standar